Kode Kehidupan Dibalik Kado Ulang Tahun

Butuh ide buat kasih kado ultah yang berkesan? Yuk kesini..

 

Apa pendapat gue tentang hari kelahiran? Hari kelahiran bagi gue adalah hari dimana umur seseorang secara jumlah bertambah, tapi sekaligus berkurang secara jatah kehidupan di dunia. Setiap hari ulang tahun dateng, adalah hal yang lazim kalo dirayain sama orang – orang terdekat karena hal tersebut menandakan kalau orang – orang tersebut menghargai keberadaan orang yang ulang tahun (karena tanggal tersebut menjadi simbol dimulainya eksistensi dari si orang yang ulang tahun tersebut).

 

Cara orang – orang di lingkungan sekitar merayakan hari ulang tahun buat orang yang lagi ulang tahun itu berbeda – beda, tapi tentunya semua punya benang merah yang sama yaitu adanya unsur kejutan disitu dan ingin membuat yang ulang tahun menjadi bahagia. Sebetulnya ada beberapa pengalaman ulang tahun yang berkesan, tapi kayaknya disini gue bakal cerita satu aja yang mudah – mudahan ada manfaatnya buat yang baca.

 

Zodiak dan Hasrat Manusia

 

Pengalaman yang berkesan itu kejadiannya sekitar pas gue masih kuliah dimana gue punya teman yang kita suka nonton bareng dan ngobrol. Gue suka ngobrol sama dia karena dia bisa kasih topik pembicaraan yang enak buat diskusi. Beberapa kali kita tukar pikiran bareng. Sampai di suatu ketika, pas hari ulang tahun gue udah lewat beberapa hari, teman ini kasih gue hadiah berupa buku.

 

Buku yang dia kasih itu judulnya Drunken Monster karya Pidi Baiq. Di saat itu gue tahu kenapa gue dikasih buku, karena beberapa kali kita ngobrol ya bahas buku. Tapi gue ngga tahu kenapa dia kasih buku itu karena kita sama sekali ngga pernah ngobrolin soal buku – bukunya Pidi Baiq. Sejujurnya disaat dia kasih hadiah itulah, gue baru tahu Pidi Baiq adalah seorang penulis.

 

Setelah gue terima hadiah itu, gue janji bakal baca dan ngobrolin sama dia soal buku itu. Singkatnya, gue udah selesai baca buku itu. Hal pertama yang gue rasain saat pertama kali baca buku ini adalah buku ini bukan genre yang bakal gue beli sendiri. Pada saat itu yang gue rasain adalah buku ini seperti buku humor yang agak aneh. Setelah gue selesai baca bukunya, gue menangkap kesan – kesan tertentu tentang buku ini yang berbeda dari saat awal – awal baca.

 

Kesan setelah gue baca buku ini adalah Pidi Baiq sebagai penulis ingin menyampaikan hal – hal yang penting tentang kehidupan, yang tentunya dalam balutan humor (yang awalnya menurut gue humornya agak aneh..hehe). Hal – hal penting yang disampaikan yaitu menghabiskan waktu yang berkualitas dengan keluarga adalah penting karena keluarga (terutama anak – anak) tidak hanya membutuhkan materi tapi juga butuh quality time. Pada saat tersebut, orang tua idealnya menyelipkan nilai – nilai kehidupan agar anaknya tidak salah dalam bergaul.

 

Kemudian hal lainnya yang gue tangkap dari buku ini adalah kalau permasalahan yang terjadi di dalam keluarga tidak perlu diselesaikan dengan ribut – ribut. Balutan humor adalah ‘baju’ yang mujarab dalam menyelesaikan permasalahan di dalam keluarga. Jadi balutannya yang humor, tapi maknanya harus tetap berbobot.

 

Setelah gue selesai baca buku ini, gue dan teman gue mendiskusikan tentang buku ini. Disaat itu gue tahu alasan dia kasih buku ini. Alasan dia kasih buku ini adalah karena buku sejenis ini cocok sebagai “penyeimbang”. Menurut dia, buku sejenis ini (nilai – nilai moral yang dibalut dengan humor) cocok dibaca setelah kuliah atau kerja yang mana biasanya kita harus serius, jadi baca yang bernuansa humor bisa bikin ngga stres.

 

Kemudian hal lainnya adalah karena di buku ini, si penulis seperti ingin menyampaikan bahwa merencanakan sesuatu itu penting, tapi terkadang melakukan hal – hal tertentu yang sifatnya spontan juga perlu dicoba karena membuka kesempatan buat mendapatkan pengalaman hidup yang tidak terduga dan belajar fleksibilitas dalam menghadapi hidup.

 

Setelah selesai ngobrol tentang buku ini, gue pribadi menangkap kesan kalau buku ini kemungkinan dihadiahin buat gue adalah sebagai penyeimbang buat gue. Mungkin pada saat itu, dia menangkap kesan kalo gue terlalu merencanakan apa yang gue mau. Dan harus berjalan begitu. Padahal yang namanya terlalu itu ngga baik juga, karena kalo seandainya ngga tercapai pasti bisa tertekan kan.

 

Sebagai penutup, pada intinya menurut gue ini adalah pengalaman yang berkesan karena dari sini gue dapet sesuatu yang baru yaitu tentang keseimbangan, spontanitas, fleksibilitas, dan tidak takut untuk menjadi homo ludens dalam proporsi yang pas. Semoga tulisan ini bermanfaat.

 

Kalau kamu, kado apa yang berkesan dan kenapa itu berkesan?

 

Instagram

Tagged : / / / /

Hidup, Impian, dan Ego

Mau tahu apa persepsi gue tentang hidup yang ideal?

 

Banyaknya informasi berupa motivasi diri yang berseliweran di media saat ini, tentu bisa dibilang sebagai pemacu untuk memiliki gambaran ideal akan kehidupan di tahun – tahun mendatang. Setiap orang berlomba membuat goals di kehidupannya. Pada satu sisi bisa memacu untuk mengenali dirinya agar bisa menjadi manusia paripurna. Namun di sisi yang lain terkadang tercipta standar tertentu di masyarakat tentang kesuksesan yang sifatnya toksik yaitu dimana standar tersebut hanya melihat kulit luarnya (materi) aja dari sebuah kesuksesan.

 

Seringkali pula kita akrab dengan fenomena dimana orang mengejar mati – matian apa yang menjadi gambaran idealnya tentang hal – hal tertentu dengan mengabaikan hal – hal alamiah yang ada di kehidupan. Bagi gue pribadi, secara alamiah hidup itu misterius. Hidup itu ibarat skenario sebuah film thriller yang penuh dengan kejutan dan mampu mengubah diri kita secara total dari apa yang udah kita rancang di awal. Terkadang kita bisa mendapatkan apa yang kita mau, tapi sebaliknya terkadang melepas adalah yang lebih baik.

 

Memilih Menulis sebagai Candu Abadi

 

Berpijak dari hal tersebut, lewat posting-an kali ini yaitu Hidup, Impian, dan Ego, gue mau menjawab pertanyaan bagaimana gambaran ideal gue tentang kehidupan gue di lima tahun ke depan. Gambaran ideal gue berpijak dari goals yang sifatnya internal karena goals seperti ini sifatnya lebih bisa gue kendalikan.

 

Secara singkat, gambaran ideal gue adalah gue menerapkan pola makan yang sehat setiap harinya, gue bisa lebih menghargai hal – hal kecil yang terjadi di sekeliling gue, gue selalu melakukan aktifitas gue dengan mindful dan feel good (baik aktifitas itu untuk kepentingan gue sendiri ataupun buat kepentingan di luar diri gue), lebih menghargai setiap detik yang udah satu per satu lewat di hidup gue, bisa tetep sharing tentang hal – hal yang menurut gue berguna buat orang lain baik secara langsung maupung ngga langsung (lewat blog), dan ngga kehilangan hasrat buat selalu belajar hal baru sampai tuntas serta mempraktikkannya.

 

Sebagai kalimat penutup buat posting-an gue kali ini yaitu Hidup, Impian, dan Ego, itu tadi gambaran gue tentang kehidupan gue pada lima tahun ke depan. Gue pikir ini yang lebih cocok buat gue pribadi, karena gue mau tetep tahu tentang apa yang gue mau, tapi gue juga ngga mau terlalu melekat sama ambisi gue karena yah seperti yang udah gue bilang sebelumnya kalo bagi gue hidup ini kayak film thriller yang penuh dengan kejutan, tantangan, dan deg -degan, dimana pemeran utamanya adalah diri kita sendiri sedangkan yang lain adalah extras talents ;p

 

Kalau kamu, apa yang jadi persepsi kamu buat hidup yang ideal?

 

Instagram

Tagged : / / /

Perjalanan Menuju 2022

Mau tahu apa aja goals spesial di akhir tahun?Yuk kesini..

 

Udah mendekati akhir tahun, biasanya obrolan yang rame itu tentang resolusi tahun baru. Kalo gue sendiri, gue punya tapi gue tipe yang ngga ngotot kalo resolusi itu harus tepat banget tercapai seperti yang udah gue tulis di waktu – waktu sebelumnya. Alesannya adalah karena kalo seandainya ada hal ngga terduga yang muncul di tengah – tengah hidup, terus kemudian membelokkan semuanya, gue ngga mau jadi kesel sendiri.

 

Di awal tahun ini, gue emang buat resolusi. Ada yang udah tercapai dan ada juga yang sebaliknya. Di bulan November 2021 ini, mumpung masih ada waktu gue mau mencoba jalanin resolusi itu. Pake kata mencoba karena ngga mau jadi ngerasa ke-push banget. Yuk, langsung aja.

 

Kode Kehidupan Dibalik Kado Ulang Tahun

 

Gue berusaha baca ebooks yang gue punya. Anehnya, gue seneng berburu ebooks di internet tapi belom semuanya gue baca karena setelah gue download ebooks itu, kadang gue malah ketemu buku fisik yang lebih menarik hati gue. Jadi ya, akhirnya niat hati dapet buku bagus secara gratis tapi malah ujung – ujungnya beli juga..hehe.

 

Hal selanjutnya adalah gue mau belajar disiplin tentang pola makan yang sehat. Setelah beberapa kali mengalami sakit di bagian pencernaan, udah mulai agak kapok. Sekarang udah lumayan sering makan sayur dan buah, tapi masih suka tergoda sama cabe..hehe.

 

Kemudian hal terakhir yaitu, gue pengen berusaha berlatih mindful saat melakukan apapun. Alesannya secara singkat karena dua hal yaitu alesan spesifik dan umum. Alesan spesifik karena gue pernah baca katanya mindful eating bisa mengatasi masalah pencernaan atau masalah yang berhubungan dengan pola makan. Alesan umumnya karena gue pernah baca di buku Urban Zen katanya dengan melakukan apapun secara mindful itu membantu buat memperoleh kejernihan batin karena ngga terjebak dengan masa lalu ataupun masa depan (konsep Zen).

 

Sebagai penutup, itu tadi hal – hal yang mau gue coba lakuin dengan konsisten menyambut 2022. Semoga aja berhasil 😊

 

Kalo kamu, apa aja goals spesial kamu?

 

Instagram

Tagged : / / / /

Musik Buat Obat, Penyemangat, dan Belajar Filsafat

Penasaran gimana musik bisa mengobati, kasih semangat, dan jadi bahan merenung buat gue?Yuk kesini..

 

Setiap orang pasti punya kegiatan rutin yang pasti dilakuin setiap hari. Hal yang setiap hari hampir gue lakuin selain nafas, makan, dan kegiatan toiletries, bisa dibilang adalah dengerin musik. Gue suka dengerin musik karena musik bisa bikin gue rileks (obat), jadi mood booster, dan musik yang disertai sama lirik (lagu) bisa membuat gue terhibur sekaligus menohok gue (kontemplasi). Jadi kali ini, gue mau ceritain opini gue tentang musik. Terutama musik yang masuk ke dalam tiga (3) kategori di atas.

 

Continue reading “Musik Buat Obat, Penyemangat, dan Belajar Filsafat”

Tagged : / / / / /

Fit dan Legit dengan Comfort Food

Mau tahu bahan makanan yang jadi penyelamat mood & kesehatan gue? Yuk kesini..

 

Setelah beberapa waktu yang lalu gue posting soal gastronomi makanan, sekarang gue mau posting soal makanan – makanan yang membuat gue nyaman (my comfort food). Pada intinya makanan – makanan yang membuat gue nyaman itu dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah makanan yang gue makan karena gue suka teksturnya atau rasanya setelah diolah. Kelompok kedua yaitu makanan yang membantu gue meredakan penyakit fisik yang lagi kambuh. Yuk, langsung aja.

 

Continue reading “Fit dan Legit dengan Comfort Food”

Tagged : / / / / / /

Memeluk Rasa Takut

Mau tahu gimana cara gue berdamai dengan rasa takut?Yuk kesini..

 

Kali ini gue akan kembali nulis hal yang agak pribadi. Gue mau berbagi tentang suatu hal yang menjadi perhatian gue saat ini. Gue akan lebih banyak pake kata perhatian di posting-an ini dibanding kata ketakutan, karena gue secara pribadi merasa kata perhatian lebih feel good. Tapi harus gue akuin, apa yang menjadi perhatian gue saat ini, ya bisa dibilang adalah ketakutan gue. Sebagai manusia, menurut gue manusiawi kalo pernah ngerasain hal itu. Tapi gue pengen mengubah hal itu menjadi suatu yang setidaknya lebih ‘nyaman’.

 

Perhatian gue saat ini adalah tentang kesehatan gue. Gue pengen, gue yang sekarang dan sampai ke depannya adalah orang yang sehat secara fisik dan mental. Meskipun gue tahu kalo gue ngga bisa sempurna, pasti sebagai manusia ada ‘masa naik’ dan ‘masa turun’, tapi setidaknya gue pengen ‘garis trend (trend line)’ gue adalah garis naik. Beberapa upaya gue lakuin terkait hal ini. Upaya – upaya tersebut akan gue ceritain di sini dengan harapan bisa bermanfaat. Oke, jadi mulai paragraf selanjutnya, gue akan mulai bahas soal ini.

 

Gue mau mulai dulu dari segi kesehatan fisik. Setelah beberapa waktu lalu gue ngalamin rasa yang cukup menyakitkan di pencernaan gue (lambung dan usus), gue mulai kepo untuk googling tentang rasa sakit gue. Beberapa penulis blog dan mikro blog yang gue baca terkait hal ini, bercerita tentang permasalahan mereka terkait soal pencernaan. Sejujurnya hal tersebut membuat gue kaget, karena ada cerita – cerita tentang operasi dan lain sebagainya. Mengandalkan riset di internet aja tentu ngga cukup, jadi gue juga memutuskan buat dateng ke dokter. Untungnya dokter bisa kasih gue masukkan tanpa bikin gue jadi lebih gimana – gimana..hehe.

 

Berangkat dari dua hal tadi, gue mulai menelaah masukan yang gue terima. Setelah gue telaah, selama ini tanpa gue sadarin gue udah ngelakuin banyak kesalahan fatal sama pencernaan gue. Gue yang selama ini suka banget sama cabe dan kafein, seringkali mengonsumsi dua bahan tadi dengan porsi yang ngga kira – kira. Selain mengonsumsi cabe dan kafein dalam jumlah banyak, gue ngga ngimbangin hal itu dengan makan sayur dan buah yang banyak. Tentu aja hal itu ngelukain organ pencernaan gue atau dengan bahasa yang frontal adalah gue selama ini lebih mentingin rasa ‘enak di lidah’ yang cuma beberapa detik, tapi gue mengabaikan ‘kesejahteraan’ bakteri baik yang hidup di organ pencernaan gue. Bakteri – bakteri baik itu, selama ini kelaparan prebiotik gara – gara gue.

 

Kemudian belum lagi kesalahan yang gue perbuat saat berbuka puasa. Pas buka puasa, gue seringkali berbuka puasa langsung dengan minum air dingin, langsung menyantap makanan berat, dan makan dengan tergesa – gesa yang mana hal ini bikin lambung gue kaget. Belum lagi pas seharusnya sahur, gue beberapa kali (tapi ngga sering) sengaja ngga melakukan sahur. Maksudnya yaitu satu (1) jam sebelum tidur malam, gue makan berat sebagai pengganti sahur. Jadi pas waktunya sahur, gue ngga perlu bangun buat sahur biar jam tidur gue lebih panjang tanpa kepotong sahur. Tentu aja ini ngga baik, karena idealnya ngga boleh langsung tidur setelah makan.

 

Kesalahan – kesalahan yang gue perbuat ini, dengan kata lain mengubah manfaat puasa dari sarana detoksifikasi menjadi ajang masuknya racun ke dalam tubuh gue. Oia, sedikit saran dari gue, buat yang mau ngelakuin puasa dengan harapan sebagai sarana detoksifikasi, kalo bisa cari tahu dulu yah cara – cara buka puasa yang baik kayak gimana dari sumber yang bisa dipercaya, biar setelah puasa ngga malahan jadi sakit atau malah jadi kegemukan karena momen berbuka puasa malah dijadiin momen ‘balas dendam’ setelah seharian puasa. Idealnya puasa seharusnya bikin jadi sehat dan berat badan jadi ideal.

 

Singkatnya dari dua hal yang tadi udah gue ceritain tersebut, hal yang gue lakuin buat mengatasi hal ini adalah ngga lain dengan mengikuti saran dari dokter yaitu dengan cara mengubah pola kebiasaan gue dalam mengonsumsi bahan makanan (mengurangi konsumsi bahan makanan seperti cabe dan kafein, memperbanyak sayur, buah, minuman probiotik, dan makan dengan lebih perlahan).

 

Fit dan Legit dengan Comfort Food

 

Lanjut nih, gue mau bahas tentang sehat dari segi mental ya. Tentu ngga bisa dipungkiri, ngga ada kehidupan yang tanpa masalah. Masalah – masalah itu misalnya yaitu permasalahan di pekerjaan dan permasalahan di hubungan sosial (hubungan pertemanan, hubungan dengan keluarga, dan hubungan dengan lawan jenis). Masalah – masalah ini tentu menimbulkan banyak uneg – uneg di dalam batin. Gue secara pribadi percaya, kalo seandainya uneg – uneg ini ngga diobati dengan baik pasti bakal menurunkan kesehatan mental atau malah merembet ke masalah kesehatan fisik (psikosomatis).

 

Hal yang gue lakuin buat mengobati kalau sekiranya gue ada uneg – uneg di dalam batin adalah dengan berdoa dan berusaha. Karena gue adalah muslim, jadi gue berdoa dengan tata cara Islam. Kemudian soal berusaha, gue melakukannya dengan cara mencari dan belajar mempraktikkan apa yang gue baca, gue dengar, atau yang gue tonton dari materi – materi pemberdayaan diri.

 

Sebelumnya gue menulis dengan kata – kata “belajar mempraktikkan” yah, karena gue tahu gue belum sepenuhnya praktikkin semuanya. Tapi sejujurnya, dari hal – hal yang udah gue praktikkin tersebut, rasanya udah enak banget. Hal – hal tersebut banyak mengubah cara pandang gue atas diri gue dan hal – hal yang terjadi di sekeliling gue.

 

Adapun materi – materi pemberdayaan diri ini biasanya gue dapet dari buku – buku, channel podcast, channel Youtube, seminar, dan webinar. Dan hal ini pulalah yang kemudian membuat gue kadang bikin posting-an di blog tentang buku – buku, podcast favorit, atau tema – tema seminar (yang pernah gue ikutin). Itu semua karena gue merasa tema tersebut bagus dan akan lebih bagus lagi kalo dibagi di blog jadi ada kemungkinan akan ada orang lain yang baca dan terbantu.

 

Untuk curhat, gue bisa dibilang jarang banget curhat sama orang lain buat melegakan batin..hehe. Kalo pun gue curhat, biasanya gue cerita dengan teman yang gue tahu dia itu psikolog. Alesan gue adalah karena orang seperti ini udah terbiasa mendengarkan orang lain dan bisa kasih input yang bagus. Gue terkesan pilih – pilih yah, tapi ini gue lakuin karena gue ngga mau orang yang udah ruwet sama masalahnya kemudian malah gue tambahin keruwetannya dengan cerita gue. Kan kasihan..hehe. Atau sebaliknya, orang yang udah ruwet dengan masalahnya, ketika denger gue curhat malah jadi acuh karena dia sendiri udah ‘penuh’ sama masalahnya. Tapi bukan berarti gue ngga pernah sama sekali cerita ke orang lain ya, pernah tapi jarang pake banget. Biasanya gue baru berani kalo gue merasa orang tersebut adalah tipe yang ngga ngerasa terbebani setelah dengerin cerita orang lain.

 

Nah, biar tulisan gue ini ngga terlalu panjang, gue mau udahin dulu tulisan gue kali ini. Sebagai penutup, gue mau bilang kalo pada intinya ketakutan terbesar gue saat ini adalah tentang masalah kesehatan. Menurut gue, kalo masalah ini ngga bisa ke-handle dengan baik akan merembet ke masalah yang lain (sosial dan ekonomi). Oleh karena itu, saat ini gue berusaha menjalani pola hidup sehat secara menyeluruh. Meskipun gue percaya pola hidup sehat ngga memperpanjang usia seseorang (ngga memundurkan waktu datangnya ajal), tapi setidaknya kalo sehat kan bisa ngelakuin aktifitas apapun dengan lebih nyaman.

 

Kalau kamu, apa yang menjadi perhatian kamu saat ini?

 

Instagram

Tagged : / / / / /

Pencarian Spritualisme

Penasaran seseru apa pencarian spiritualisme buat gue? Yuk kesini..

 

Ngga seperti biasanya, tulisan gue kali ini bakal gaya ala – ala nulis di buku harian karena gue mau sedikit curhat disini. Kali ini gue mau berbagi cerita tentang pencarian spiritualisme di hidup gue. Gue lebih nyaman pakai kata spiritualisme dibanding kata Tuhan karena kok kayaknya berat banget ya..hehe. Yuk, langsung aja.

 

Berangkat dari keluarga yang beragama Islam, tentunya sedari kecil gue udah diajarin tentang dasar – dasar agama Islam di madrasah. Jadi paginya gue sekolah negeri, siangnya gue madrasah. Meskipun dasar – dasar pendidikan agama udah gue dapet, tapi bukan berarti gue terus jadi orang yang taat. Meskipun ngga sampe yang aneh – aneh banget, tapi ada aturan – aturan di agama yang ngga strict gue jalanin. Kadang dijalanin, kadang juga ngga. Masa – masa ini terutama gue lakuin di masa remaja awal sampe remaja akhir (sekitar lulus SMU). Kalo gue pikir – pikir lagi, mungkin di masa itu karena gue ngeliat ritual ibadah harian itu adalah ‘cuma’ bentuk pengabdian sama Tuhan. Jadi simpelnya, rasa bosen kerap dateng. Kalo rasa bosen itu lagi dateng, jadi males ngelakuin hal – hal yang seharusnya dilakuin.

 

Continue reading “Pencarian Spritualisme”

Tagged : / /

Kitab Ilmu Vibrasi: Manusia, Tuhan dan Alam Semesta

Penasaran sama konsep pemberdayaan diri yang berlandaskan fisika kuantum? Yuk kesini..

 

Kali ini gue mau cerita tentang buku yang pernah gue baca yaitu buku berjudul Kitab Ilmu Vibrasi: Manusia, Tuhan, dan Alam Semesta karya Arif Rahutomo yang merupakan seorang trainer ilmu vibrasi. Sebenernya banyak buku yang menurut gue ngasih input yang bagus ke gue, tapi sekarang ini gue lagi mood-nya pengen ceritain buku ini.

 

Apa yang gue rasain setelah baca buku ini?

 

Gue suka buku Kitab Ilmu Vibrasi: Manusia, Tuhan, dan Alam Semesta ini karena bagi gue pribadi, buku ini cukup mind blowing. Buku ini menyadarkan gue bahwa buat ngedapetin apa yang seseorang inginkan bukan cuma sekedar berkutat tentang harus seberapa banyak gen kepintaran yang dimiliki, harus sebanyak apa hard skill keren yang dipunya, seluas apa koneksi yang ada, atau sebanyak apa kandungan gizi dari makanan yang kita kosumsi. Bukan berarti hal – hal yang tadi gue sebut di awal itu ga penting, tapi ternyata ada hal lain yang juga ngga kalah penting buat dipahamin dan dilakuin.

 

Buku ini menyadarkan gue kalo semesta ini punya aturan main yang mesti dipahami dan dilakuin, jadi semisalkan pintar karena punya banyak hard skill tapi kalau menyalahi aturan main semesta ini, ga mustahil kalau hasil yang dicapai ngga memuaskan atau mungkin gagal malah. Analogi sederhananya kayak striker di pertandingan bola yang jagoan banget buat urusan nyetak gol tapi kalo si striker itu kemudian malah iseng nyentuh bola di tengah – tengah pertandingan sepakbola, hasilnya bisa ditebak yaitu ga perduli seberapa hebatnya dia, pasti bakal dapat kartu kuning atau bahkan kartu merah dari wasit alias dikeluarin dari arena pertandingan.

 

Continue reading “Kitab Ilmu Vibrasi: Manusia, Tuhan dan Alam Semesta”

Tagged : / / / /

Buku The Death of Franchise

Mau tahu rahasia dan intrik gokil dibalik bisnis franchise / waralaba? Yuk kesini aja..

 

Kali ini gue mau mengulas sebuah buku berjudul The Death of Franchise karya Anke Dwi Saputro. Meskipun bukan buku yang baru – baru amat terbitnya (terbit tahun 2016), tapi menurut gue buku ini bagus karena penulisnya adalah pemimpin redaksi di majalah Innovation yang khusus membahas tentang bisnis, sekaligus pengusaha yang menjalankan bisnis franchise (waralaba) dengan nama brand yaitu Nachos Hot.  Jadi cukup komplit ya, penulisnya adalah pengamat sekaligus praktisi bisnis.

 

Apa yang membuat gue memutuskan untuk baca buku ini?

 

Beberapa tahun belakangan ini, trend edukasi tentang bisnis lagi marak. Setelah gue perhatiin sekeliling gue, gue nemuin beberapa model usaha yang salah satunya yaitu waralaba. Melihat ini, terbersit di hati gue bahwa bisnis waralaba adalah bisnis yang menguntungkan karena ngga perlu membesarkan brand (merk produk) lagi, karena brand udah terkenal atau minimal udah punya pelanggan setia. Lanjut, apakah pemikiran gue ini benar atau salah banget? Untuk ngebuktiin hal ini, kemudian gue coba baca buku The Death of Franchise.

 

Continue reading “Buku The Death of Franchise”

Tagged : / / / /

Arti Visit, Visitor, Unique Visitor, dan Return Visitor pada Blog

Mau tahu penjelasan komplit tentang visit, visitor, unique visitor, dan return visitor? Yuk kesini..

 

Posting-an Arti Visit, Visitor, Unique Visitor dan Return Visitor pada Blogini bisa dibilang tergolong trivia, tapi gue pengen posting ini karena sengaja buat sekalian jadi note pribadi gue. Jadi singkatnya gini, semenjak gue bikin blog, gue selalu ngeliat jumlah visit dan visitor yang ada di bagian bawah dari tampilan blog gue. Sekilas saat gue lihat, jumlah visit selalu lebih banyak daripada visitor, karena penasaran apa sih maksudnya, akhirnya gue cari tahulah apa itu visit dan visitor. Tapi ngga segitu aja, ternyata setelah gue mencari, pada akhirnya gue malah dapetin hal – hal lain selain dari yang gue cari. Nah, biar ngga banyak basa – basi, langsung aja ya masuk ke pokok pembahasan.

 

Pengertian visit adalah jumlah kunjungan yang datang ke suatu blog, tanpa memperhatikan apakah kunjungan tersebut berasal dari terminal apa ataupun browser apa. Misalnya seseorang bernama Rory pada hari Senin pagi mengunjungi blog A dengan ponsel Infinix Note 7 dan browser Chrome, kemudian pada Senin malamnya dia mengunjungi blog A kembali dengan terminal dan browser yang sama (Infinix Note 7 dan browser Chrome), maka di blog akan dihitung sebagai dua (2) kali visit.

 

Continue reading “Arti Visit, Visitor, Unique Visitor, dan Return Visitor pada Blog”

Tagged : / / /
error: Content is protected !!
Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram