Sehat Mental Bareng Hewan Peliharaan

Mau cobain cara baru healing di rumah selain berdoa dan meditasi? Yuk, cobain gandeng si anabul di sini..

 

Ide tulisan gue kali ini yaitu Sehat Mental Bareng Hewan Peliharaan mungkin bisa dibilang ada karena gue lagi dalam masa seneng – senengnya punya kucing, jadi ya topiknya ngga jauh – jauh tentang hewan peliharaan..hehe. Jadi kali ini gue mau cerita tentang webinar yang baru aja gue ikutin.

 

Webinar yang mau gue ceritain ini diselenggarain oleh Ad Familia Indonesia pada tanggal 10 Juni 2022. Ad Familia Indonesia adalah organisasi yang isinya adalah tim psikolog klinis yang berfokus pada pengembangan diri, mental, dan moral di dalam keluarga.

 

Webinar ini sendiri berjudul My Pet, My Saviour yang dibawakan oleh Nerissa Arviana sebagai narasumber. Nerissa Arviana merupakan salah satu anggota psikolog klinis yang ada di dalam Ad Familia Indonesia.

 

Gue pribadi menangkap alasan kenapa organisasi ini mengangkat tema My Pet, My Saviour adalah karena ingin mengungkapkan bahwa salah satu hal yang bisa diupayakan untuk memperoleh kesehatan mental di dalam keluarga adalah dengan menggunakan hewan peliharaan sebagai sarana terapi psikologi.

 

https://estalinafebiola.com/sehat-mental-hewan-peliharaan/
Narasumber Webinar

 

Di dalam posting-an ini yaitu Sehat Mental Bareng Hewan Peliharaan, gue hanya mau cerita secara garis besarnya aja tentang isi webinar dan menambahkan dengan opini gue pribadi tentang webinar tersebut.

 

Pada intinya, webinar ini menjelaskan bahwa manusia modern seringkali merasa kesepian. Rasa kesepian ini biasanya timbul karena manusia gagal terhubung dengan dirinya sendiri, dengan sesama manusia, dengan lingkungan, atau dengan alam semesta (Tuhan). Untuk mengisi kekosongan tersebut tentunya ada beragam cara yang bisa diupayakan. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan memiliki dan merawat hewan peliharaan.

 

Nerissa Arviana sebagai narasumber dalam webinar kali ini menekankan bahwa hewan peliharaan yang dia maksud dalam konteks ini (sarana terapi psikologi) adalah hewan peliharaan mamalia yang jinak seperti kucing, anjing, dan hewan ternak. Meskipun ada beberapa orang yang suka memelihara hewan buas, namun dia tidak menyarankan hewan – hewan tersebut untuk dijadikan sebagai sarana dalam terapi psikologi ini.

 

Hewan peliharaan dapat membantu manusia untuk terhubung dengan lingkungan karena interaksi manusia dengan hewan peliharaan dapat menstimulasi manusia untuk memproduksi hormon – hormon tertentu seperti serotonin (mengatur suasana hati), dopamin (hormon “perasaan baik”), endorfin (pereda nyeri alami tubuh), dan oksitosin (hormon cinta).

 

Selain manfaat di atas, beberapa manfaat lainnya yang diungkapkan oleh si narasumber saat memiliki dan merawat hewan peliharaan adalah membantu pemiliknya untuk sejenak mengalihkan kegalauan berlebihan (overthinking) terkait masalah dirinya dengan berfokus untuk merawat dan menyayangi hewan yang menggemaskan tersebut. Masih menurut sang narasumber, depresi terkadang ditimbulkan dari sulitnya berdamai dengan pikiran yang overthinking.

 

Manfaat lainnya yaitu dengan merawat hewan peliharaan dapat membantu pemiliknya mengembangkan perilaku kepengasuhan (tanggung jawab, komitmen, dan empati), dapat menghibur pemiliknya dengan perilaku hewan peliharaan yang lucu atau karena fisik hewan peliharaan yang imut – imut menggemaskan, membantu pemilik hewan peliharaan bersosialisasi dengan sesama manusia (berkomunikasi dengan sesama manusia membicarakan hewan peliharaan sebagai topik obrolan), dan seringkali hewan peliharaan menunjukkan perilaku kesetiaan dan penerimaan (cinta) mereka sepenuhnya terhadap pemiliknya (biasanya ditunjukkan oleh anjing).

 

Nah, itu tadi isi singkat tentang webinar tersebut. Kalo menurut gue pribadi, apa yang diungkapkan di dalam webinar itu ada benarnya karena gue ngerasain sendiri gimana gue terhibur dengan tingkah kucing gue yang kadang suka bandel dan koplak..hehe.

 

Di satu sisi, ada pendapat gue yang agak sedikit kontra tentang apa yang diungkapkan sama webinar ini yaitu saat narasumber mengutip kata – kata yang diungkapkan oleh psikolog sekaligus peneliti bernama Katcher (2000) yang kutipannya kurang lebih, yaitu:

 

“Hewan bisa memberi manfaat bagi manusia karena hewan mampu memberikan afeksi dan responsif, tidak seperti boneka. Serta mampu menerima manusia apa adanya tanpa penghakiman tidak seperti kebanyakan manusia”

 

Menurut gue, kalimat terakhir kayaknya ngga berlaku buat semua hewan peliharaan karena kucing menurut gue kayaknya bukan tipe yang sepenuhnya kayak gitu. Pengalaman gue, kucing itu suka manja karena laper alias mau minta makan, tapi nanti giliran udah kenyang kalo dipanggil malah pura – pura ngga denger alias cuek aja..hehe.

 

Meskipun begitu, gue setuju dengan pendapat kalo hewan peliharaan membantu manusia mengasah sifat nurturance yang ada di dalam diri manusia. Contohnya kucing gue yang kayak reog ini, membantu gue buat on time bangun subuh – subuh dan memaklumi kebandelan atau sifat – sifat konyol yang terkadang dia lakuin (misalnya numpahin litter box saat gue baru aja sampe di rumah, subuh – subuh dia gulat sama kucing liar dalam rangka ngusir kucing liar itu, dll) dengan ngga marah- marahin dia karena di lain waktu dia akan bersikap manis dengan minta perhatian dengan cara tiduran sambil ngasih liat perutnya seperti minta diusap – usap.

 

Satu hal lagi, menurut gue pribadi, di saat mutusin buat merawat hewan peliharaan, kita juga perlu kasih dia hal – hal lain yang menunjang kesejahteraan hidupnya dalam bentuk materi selain dalam bentuk immaterial (kasih sayang) yaitu misalnya seperti makanan yang cocok, minuman yang cukup, vaksin, dan lain – lainnya. Dimana hal ini seharusnya udah masuk perhitungan sebelum mutusin merawat karena kalau salah – salah hal ini justru bisa nambah stres yang punya hewan alias malah jadi kontra healing..hehe.

 

Masih bicara soal potensi kontra healing, kalo pengalaman gue pribadi itu contohnya soal makanan kucing. Ternyata ngga semua makanan kucing yang diklaim bagus di pasaran itu cocok sama semua kucing. Di awal – awal gue sempet agak bingung karena kucing gue ngga cocok sama makanan kucing berjenis dry food dengan kemasan berwarna ungu yang banyak dijual di Indomaret atau Alfamaret karena kalau makan merk ini dia diare dan muntah. Dari situ gue tahu kalo dia punya pencernaan yang sensitif.

 

Karena gue belum dapet – dapet ide buat kasih makanan merk apa lagi, akhirnya gue putusin untuk kasih makan kucing gue dengan wet food yang ada Baim Wong-nya sebagai model. Kucing gue sih suka, sampe lahap banget makannya. Hasil eskresinya meskipun ngga bisa dibilang solid 100%, tapi ngga bisa dibilang diare juga yah.

 

Tapi akhirnya kucing gue ngga lama makan wet food ini karena gue dapet masukan dari saudara gue dan gue juga baca – baca dari aplikasi yang bisa booking dokter – di rumah sakit – yang nyediain artikel tentang hewan peliharaan. Intinya artikel ini bilang kalau kucing ngga baik keseringan makan wet food karena bisa menyebabkan plak di giginya serta kucing lebih kenyang makan dry food dibanding makan wet food.

 

Dan singkatnya, gue berhasil dapetin merk makanan yang cocok buat dia yaitu makanan kucing berjenis dry food lainnya dengan kemasan yang berwarna putih, biru, dan hijau sekaligus serta bergambar kucing lagi mancing di atas perahu. Merk ini terdiri dari dua (2) varian. Varian yang gue pilih yaitu varian yang khusus untuk kucing dengan pencernaan sensitif. Gue dapet info ini berkat nonton channel Youtube Kucing Om Wepe milik Om Willy Priyoko.

 

Tapi masalah belum berakhir karena baru seminggu makan ini, tiba – tiba dia mogok makan yang gue ngga tahu kenapa sebabnya. Mungkin dia bosen kayaknya. Akhirnya gue campur makanan yang khusus buat pencernaan sensitif itu dengan merk lain yang dia suka (merk keempat). Meskipun merk keempat yang dijadiin “pancingan” ini bikin jadi agak diare (karena bukan makanan yang khusus untuk pencernaan yang sensitif).

 

Sedikit demi sedikit porsi makanan yang dijadiin “pancingan” itu gue kurangin, sampe akhirnya si kucing mau makan yang merk ketiga (makanan kucing dengan kemasan berwarna putih, biru, dan hijau sekaligus dengan gambar kucing lagi mancing di atas perahu) tanpa dicampur yang merk keempat lagi. Alhamdulillah, sampe hari ini dia mau makan merk yang ketiga dan hasil ekskresinya normal.

 

Nah, itu tadi opini singkat dari gue tentang menggunakan hewan sebagai sarana healing atau terapi psikologi. Intinya, bagi gue pribadi, setiap metode yang tersedia bisa cocok dan bisa juga ngga cocok sama kita. Kalo buat gue, sejauh ini cocok karena punya kucing bikin gue seneng..hehe. Mungkin opini gue ini bisa berubah dengan adanya pendapat atau komentar yang masuk. Mungkin aja di saat gue buat posting-an Sehat Mental Bareng Hewan Peliharaan ini, hal tersebut belom kepikiran. Semoga tulisan ini bermanfaat 🙂

 

Kalau kamu, apa kamu pernah menggunakan hewan sebagai terapi psikologi atau sarana healing?

Instagram

Tagged : / / /

Rahasia Bikin Kucing Tambah Gemoy Dan Kebal Virus

Ingin anabul kesayangan kamu tambah gemoy dan kebal virus? Yuk disini ada contekannya..

 

Tulisan Rahasia Kucing Gemoy Kebal Virus yang gue buat kali ini bisa dibilang masih ada hubungannya sama pengalaman gue sebelumnya yang baru aja punya kucing. Jadi di saat gue iseng – iseng buka Instagram, gue lihat ada webinar gratis yang topiknya tentang kucing. Tepatnya webinar ini ngebahas tentang pemeliharaan kucing yang benar supaya terhindar dari virus.

 

Webinar kali ini diadain sama Sekolah Vokasi IPB University dan narasumbernya yaitu seorang dokter hewan sekaligus dosen di Sekolah Vokasi IPB University yang bernama Tetty Barunawati Siagian pada tanggal 9 April tahun 2022 di Bogor.

 

https://estalinafebiola.com/rahasia-kucing-gemoy-kebal-virus/
Narasumber Webinar

 

Si dokter bisa membawa suasana webinar dengan menarik, sehingga gue pribadi merasa agak tertohok karena dia ngga cuma terangin apa yang ada di slide presentasi tapi dia juga sambil ceritain pengalaman – pengalaman dia sambil ekspresif gemes gitu karena sering banget kedatangan kucing yang udah parah banget sakitnya baru dibawa ke dokter dan terpaksa akhirnya udah ngga bisa tertolong lagi.

 

Jadi secara ngga langsung, kalo menurut gue pribadi, si dokter mau jadi narasumber karena ngga mau keulang – keulang kejadian buruk kayak gitu. Dia jujur merasa sedih kalo kedatangan kucing sakit yang dari dia lihat aja udah keliatan umurnya udah ngga akan lama lagi.

 

Salah satu hal penting yang diinfoin sama si dokter yang mau gue tulis di artikel Rahasia Kucing Gemoy Kebal Virus adalah banyak orang yang setelah beli kucing (apalagi belinya di tempat – tempat kaki lima) itu ngga langsung diperiksa ke dokter hewan. Istilahnya medical check up untuk tahu gimana kondisi kesehatannya secara menyeluruh.

 

Karena hal ini banyak terjadi maka ngga heran banyak kucing – kucing yang baru dibeli ngga berumur panjang. Masih kata si dokter, kucing itu hewan yang pinter nyembunyiin rasa sakitnya sehingga biasanya saat dibeli kondisinya keliatan baik – baik aja, padahal sebenernya lagi sakit. Dan udah bisa ketebak akhirannya bakal kayak gimana yaitu si kucing mati padahal baru aja dibeli.

 

Oia, selain itu, medical check up buat yang baru beli kucing itu penting karena untuk mencegah penularan penyakit dari kucing yang baru dateng ke rumah dengan kucing yang udah ada di rumah kita atau penularan ke manusia yang ada di rumah.

 

Kalo setelah dilakukan medical check up tersebut kucing ngga bermasalah, menurut dokter Tetty, kucing idealnya diperiksa secara rutin setiap 6 bulan sekali.

 

Hal penting lainnya yang dipaparin sama dokter Tetty yaitu si dokter secara terbuka mengungkapkan dia suka kesal saat melihat kucing diberikan makanan yang asal – asalan alias “asal si kucing mau makan”, padahal makanan tersebut ngga bergizi. Alasannya kekesalan dokter Tetty yaitu karena hal ini jelas – jelas bisa menurunkan kualitas kesehatan si kucing karena mudah terpapar oleh virus.

 

Padahal jika si kucing diberikan makanan yang bergizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, antioksidan, dan taurine), selain harapan hidup si kucing akan lebih panjang, si kucing juga akan lebih cepat kenyang dengan porsi makan yang justru lebih sedikit. Dimana hal ini sebetulnya bisa membuat pemilik kucing jadi lebih hemat dari sisi anggaran biaya untuk makanan kucing.

 

Hal lainnya yang dibahas oleh dokter Tetty adalah tentang kandang. Dimana kandang sebagai “rumah” kucing jika tidak disediakan dengan baik maka akan membuat kucing menjadi stress. Kucing yang stress tersebut biasanya daya tahan tubuhnya akan berkurang. Daya tahan tubuh yang tidak optimal tersebut, untuk selanjutnya akan membuat kucing rentan terpapar oleh virus.

 

Spesifikasi kandang yang baik secara garis besar yaitu ukuran kandang dapat dimasukkan litter box tapi tetap dapat membuat kucing leluasa bergerak, kandang memiliki sirkulasi udara yang baik, kandang tidak lembab, kandang diberi alas, dan pemilihan pasir kucing yang dapat menyerap urin atau feses dengan baik.

 

Biasanya pasir kucing yang bagus dapat dilihat dari tingkat kepadatan penggumpalannya saat pasir tersebut terkena urin atau feses si kucing. Semakin tinggi tingkat kepadatan penggumpalan pasir tersebut akan semakin memudahkan pemilik kucing saat membuang pasir yang telah terkena urin atau feses kucing tersebut dengan menggunakan sendok pasir.

 

Bayangin deh, kalo tingkat penggumpalan pasir yang terkena urin atau feses kucing tersebut rendah alias ambyar saat disendok dengan sendok pasir, maka akan membuat bagian pasir yang kotor tersebut tidak terbuang sempurna dari litter box. Saat disendok dengan sendok pasir, maka beberapa bagian pasir yang terkena urin atau feses akan tetap tertinggal di litter box. Dimana hal inilah yang nantinya bisa menjadi sumber aroma yang tidak sedap, terkadang kucing pun jadi segan untuk menggunakan litter box yang beraroma tidak sedap atau kotor, menjadi sumber penyakit buat si kucing, dan penularan penyakit dari kucing kepada manusia.

 

Kalau kucing udah sakit, maka selain kucing akan menderita maka ada beberapa hal yang harus dilakukan babu kucing untuk mengupayakan  kesembuhannya. Salah satu upayanya bisa dilihat di sini.

 

Selain spesifikasi kandang, dokter Tetty juga menyatakan bahwa idealnya kandang harus dibersihkan dua kali dalam sehari. Pemilik juga idealnya memiliki dua kandang, sehingga saat salah satu kandang dibersihkan, kucing dapat menempati kandang yang satunya lagi.

 

Banyak pemilik yang ingin kucing terlihat lebih lucu kemudian membawa kucing ke salon kucing untuk grooming. Sebetulnya tidak apa – apa melakukan hal ini, asalkan kebersihan tempat grooming tersebut terjaga. Akan lebih baik jika grooming dilakukan sendiri di rumah.

 

Mandi bisa dikatakan adalah inti dari grooming pada kucing. Idealnya seekor kucing tersebut dimandikan dua minggu sekali. Kucing yang sedang sakit (flu, terkena kudis, jamur, dan lain – lain) tidak diperbolehkan mandi karena akan memperparah penayakitnya. Tempat grooming yang baik akan menolak order untuk melakukan grooming terhadap kucing yang sakit karena hal tersebut bisa memperparah kondisi kesehatan kucing.

 

Salah satu aspek grooming lainnya yang ditekankan oleh dokter Tetty yang juga mau gue tulis di posting-an Rahasia Kucing Gemoy Kebal Virus yaitu kegiatan menyisir bulu kucing dan menyikat gigi kucing.

 

Kegiatan menyisir bulu kucing selain bisa merontokkan bulu – bulu yang sudah mati, bisa mencegah kucing mengalami hair ball, dan dapat meningkatkan bonding antara kucing dengan pemiliknya.

 

Sedangkan kegiatan menyikat gigi kucing berguna untuk mencegah timbulnya plak dan karang gigi pada kucing. Terutama pada kucing yang doyan wet food karena sisa – sisa wet food di dalam mulut kucing dapat menyebabkan terjadinya plak dan karang gigi.

 

Tanpa melupakan vaksinasi, dokter Tetty juga menjelaskan vaksinasi apa aja yang diperlukan oleh kucing yaitu Feline Panleukopenia Virus (FPV), Feline Herpes Virus Type 1 (FHV 1), Feline Calicivirus (FCV), dan Feline Rhinotracheitis, Clamydia, Feline Infectious Peritonitis, dan rabies.

 

Vaksin harus dilakukan oleh kucing yang sehat, jika sakit maka disembuhkan dulu penyakitnya baru akan dilakukan vaksin. Vaksin perlu dilakukan secara rutin.

 

Pemberian obat cacing juga disarankan untuk 2 – 3 kali dalam setahun, dimulai dari kucing yang berusia 1,5 tahun. Apalagi untuk betina yang akan dikawinkan, maka perlu mengonsumsi obat cacing terlebih dahulu.

 

Setelah melakukan beberapa treatment yang telah disebutkan tadi, hal yang tidak kalah penting untuk diberikan adalah pemeriksaan harian pada kucing. Pemeriksaan harian bisa dilakukan sambil bermain dengan kucing.

 

Pemeriksaan harian tersebut yaitu nafsu makan dan minum, cuping hidung lembab, aktifitas hariannya normal, dan mencubit tengkuk dimana jika kucing sehat makan tengkuk yang dicubit hanya dalam waktu dua menit akan kembali seperti semula.

 

https://estalinafebiola.com/rahasia-kucing-gemoy-kebal-virus/
Sertifikat Kehormatan untuk Narasumber

 

Nah, kayaknya untuk saat ini cukup sampai segini dulu aja sharing gue. Sebetulnya ada banyak info – info lainnya seputar kesehatan kucing yang dibahas di webinar itu. Tapi gue pikir segini aja kayaknya  udah cukup. Kalau masih bingung, silahkan tinggalin komentar. Semoga waktu kalian ngga terbuang cuma – cuma buat baca posting-an ini ya..hehe.

 

 

Menurut kamu hal lain apa yang membuat kucing lebih tahan terhadap virus?

 

Instagram

Puskeswan Ragunan: Pengobatan Kucing Sakit

Mau tips dateng ke Puskeswan Ragunan? Yuk, baca di sini..

 

Di tulisan Puskeswan Ragunan: Pengobatan Kucing Sakit ini, gue mau sharing tentang pengalaman gue dan adik gue yang rescue kucing jantan. Gue ngga tahu kucing ini bakal kita rescue permanen atau sementara aja selama dia masih dalam kondisi sakit, tapi yang jelas sekarang kucing ini udah hampir dua (2) minggu dikandangin di rumah.

 

Jadi awalnya, di beranda rumah gue suka kedatengan kucing ini. Gue ngga tahu pasti ini jenisnya apa tapi yang jelas bulunya tebel – tebel ngga kayak kucing asli domestik (lebih mirip kucing Persia). Pas kucing ini dateng, kita di rumah suka iseng kasih makanan – makanan sisa buat kucing ini. Mungkin karena kebiasaan inilah, ini kucing hampir setiap hari pasti mampir ke beranda rumah gue. Bahkan terkadang kalo kebetulan pintu depan kebuka, dia udah berani masuk – masuk ke dalem rumah.

 

Singkat cerita, setelah kurang lebih empat (4) bulan kita terbiasa sama kedatangan kucing ini, tiba – tiba suatu saat kita sadar kalo kucing ini sakit karena bulunya jadi rontok – rontok, sering garuk – garuk, ada luka – luka bekas garukan di beberapa bagian tubuh, dan ekspresi mukanya jadi kusut.

 

Vaksinasi Meningitis di Rumah sakit Fatmawati

 

Melihat kondisi si kucing ini, akhirnya kita punya ide buat bawa kucing ini ke dokter hewan. Setelah searching sana – sini akhirnya pilihan jatuh ke Pusat Kesehatan Hewan di Ragunan (Puskeswan Ragunan) yang berlokasi di Jalan Harsono RM nomor 28, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Meskipun jauh karena rumah gue ada di daerah baratnya Jakarta, tapi akhirnya kita pilih tempat ini karena pertimbangan harganya lebih terjangkau. Apalagi kita ngga tahu, apa nanti perlu periksa beberapa kali atau cukup sekali aja dateng buat periksa.

 

Pas udah yakin mau ke dokter hewan yang ada di Puskeswan Ragunan, kita jadi bingung lagi sama jadwal buka tempat ini karena antara info di website Puskeswan dengan beberapa blog yang sharing tentang tempat ini kasih info jadwal buka yang beda – beda. Akhirnya karena ngga mau salah dateng, gue coba kirim pesen ke Instagramnya Puskeswan yaitu di @pusyankeswannak.jakarta buat mastiin jam buka yang paling update.

 

Admin Instagramnya pun gercep banget bales direct message di Instagram. Jam bukanya yaitu Senin – Jumat (jam 7.30 AM – 11 AM) dan Sabtu – Minggu (jam 8 AM – 10 AM). Khusus hari Sabtu dan Minggu ngga bisa buat operasi hewan. Weekdays dibatesin jumlah hewan yang diperiksa yaitu 30 ekor per hari dan kalo weekend dibatesin jumlah hewan yang diperiksa yaitu 20 ekor per hari. Syaratnya pemilik harus bawa fotokopi KTP Jakarta dan bayarnya ngga terima uang fisik. Asal punya aplikasi m-banking di ponsel ngga akan jadi masalah karena nanti bisa bayar via transfer ke Bank DKI dan bukti transfernya dikasih lihat ke petugas yang ada di lobi.

 

Akhirnya di tanggal 10 Februari 2022, kita bawa kucing ini ke Puskeswan. Prosedur pertama yaitu pemilik dan kucing harus daftar dulu di sebuah bangunan yang letaknya di sebelah kiri bangunan utama. Saat pendaftaran, paling isi biodata singkat pemilik dan kucing. Setelah itu semua pemilik nunggu dulu di ruangan ini sampe petugas yang jaga memperbolehkan buat masuk ke gedung utama yang ada di sebelah kanan ruangan ini.

 

https://estalinafebiola.com/puskeswan-pengobatan-kucing-sakit/
Ruang pendaftaran

 

Sambil nunggu, gue iseng fotoin banner info yang ada di ruang tunggu itu. Isi banner tersebut adalah pelayanan apa aja yang disediain oleh Puskeswan Ragunan tersebut. Buat yang penasaran pelayanan apa aja yang ada di Puskeswan ini, bisa dilihat di foto ya.

 

 https://estalinafebiola.com/puskeswan-pengobatan-kucing-sakit/
Daftar pelayanan

 

Singkatnya jam 8.30 AM, kita semua diperbolehkan buat masuk ke gedung utama. Ngga lupa sebelum masuk, petugas yang jaga mewajibkan kita semua antre buat cuci tangan di depan gedung utama. Di depan gedung utama ini, udah disediain keran dan sabun buat cuci tangan.

 

Di dalem gedung utama ini, semua pemilik dan kucing nunggu di bangku tunggu yang udah disediain. Protokol kesehatan diberlakuin disini, jadi semua yang dateng ngga duduk sebelah – sebelahan yang rapet banget gitu karena harus ada jarak yah. Di ruang tunggu ini, kita nunggu nama pemilik dipanggil sama mantri kesehatan ataupun dokter muda. Saat nama pemilik dipanggil, itu artinya udah tiba waktunya buat kucing kita diperiksa dokter.

 

https://estalinafebiola.com/puskeswan-pengobatan-kucing-sakit/
Ruang tunggu sebelum dipanggil sama dokter muda ataupun mantri

 

Sambil nunggu, gue kembali iseng buat fotoin banner info yang ada disana. Kali ini banner yang gue foto adalah daftar harga – harga pelayanan yang ada di sana. Buat yang penasaran berapa tarifnya bisa dilihat di foto ini ya. Oia, Puskeswan ini bukan cuma terima kucing aja tapi juga jenis hewan lainnya misalnya anjing, sapi, kambing, unggas, dan hewan berukuran kecil lainnya.

 

https://estalinafebiola.com/puskeswan-pengobatan-kucing-sakit/
Daftar harga pelayanan

Singkatnya (setelah nunggu kurang lebih 30 menit), nama adik gue dipanggil sama dokter. Masuklah kita ke ruang periksa sambil bawa si kucing. Di dalem ruangan udah ada satu (1) dokter senior, dua (2) dokter muda, dan satu (1) mantri. Saat kita kasih info soal gejala – gejala si kucing ke dokter yang senior, si mantri dengan gercep langsung ambil kucing dari dalem keranjang dan pegangin belakang kepalanya biar ngga susah buat diperiksa. Dua (2) dokter muda juga gercep ngikutin instruksi dari dokter senior buat nyuntik, ambil darah si kucing, dan ambil jaringan kulitnya.

 

https://estalinafebiola.com/puskeswan-pengobatan-kucing-sakit/
Kucing saat diperiksa di dalam ruangan

 

Di ruang periksa itu kita ngga lama cuma sekitar 10 – 15 menit. Setelah selesai, mantri langsung masukkin lagi kucing ke dalem keranjang kucing yang kita bawa. Kita sengaja bawa kucing ngga pake pet cargo karena ngerasa lebih gampang masukkin kucing ke keranjang kucing dibanding pet cargo karena pertimbangan kucing ini kucing liar yang ngga terbiasa sama pet cargo.

 

Sebelum keluar, si dokter senior pesen buat kasih hasil periksa dari dia ke petugas di lobi. Ternyata itu instruksi dari dia buat minta pemeriksaan laboratorium (lab). Masih kata si dokter senior, kalo hasil lab-nya udah keluar bisa masuk lagi ke ruang periksa buat dibacain hasilnya sama dia.

 

Setelah keluar dari ruang periksa, kita kasih kertas dari dokter senior ke petugas yang ada di lobi. Beberapa berkas diterusin ke lab yang posisi ruangannya ada di sebelah kiri lobi. Masih di lobi, kita selesaiin pembayaran dengan cara transfer karena pihak Puskeswan ngga mau terima uang fisik. Petugas di lobi info ke kita kalo hasil lab baru bisa keluar 30 menit kemudian. Dan sistemnya nanti nama pemilik atau kucing dipanggil kalo hasil lab-nya udah keluar.

 

https://estalinafebiola.com/
Lobi tempat pembayaran dan penyerahan kertas permintaan pemeriksaan lab dari dokter senior (kalau seandainya diminta dokter buat pemeriksaan lab)

 

Singkatnya, setelah 30 menit kok kita ngga dipanggil – panggil, akhirnya gue inisiatif buat tanya langsung ke petugas yang di lobi. Dan ternyata hasil tes darahnya udah keluar, cuma hasil tes jaringan kulitnya belum keluar. Tes jaringan kulit katanya baru keluar setelah 7 hari kerja (sekitar tanggal 17 atau 18 Februari 2022). Kemudian hasil tes darahnya ini, kita serahin lagi ke mantri yang ada di luar pintu ruang periksa (terkadang mantri keluar dari ruang periksa buat manggilin pasien selanjutnya). Setelah ngasih kertas hasil lab itu, kita kembali nunggu buat dipanggil masuk lagi ke ruang periksa.

 

https://estalinafebiola.com/
Sambil nunggu dipanggil masuk lagi ke ruang periksa buat dibacain hasil lab darah si kucing, iseng dong fotoin orang yang lagi dibacain hasil lab kucingnya

 

Ngga sampe 15 menit, kita dipanggil masuk lagi ke ruang periksa sambil bawa hasil tes darah. Intinya dokter bilang, yang tinggi cuma jumlah sel darah putihnya aja selain itu hasilnya bagus. Dokter bilang dia belum bisa kasih resep obat buat si kucing karena hasil tes yang satunya lagi (jaringan kulit) belum keluar. Jadi biar kesimpulan yang dia ambil komprehensif, kita harus nunggu hasil lab yang satunya lagi (jaringan kulit).

 

Oia, dokter juga nyaranin kalo udah sembuh biar dikebiri aja kucingnya. Gue setuju sih, soalnya kasihan kalo populasi kucing liar kebanyakan terus ngga ada yang rawat, bisa – bisa malah banyak yang sakit. Lagian gue pernah baca katanya kalo kucing jantan udah dikebiri, kebiasaan kucing pipis sembarangan buat nandain wilayah jadi hilang. Soalnya kebiasaan ini ngeselin sih, pernah waktu si kucing belom sakit dia pernah sesekali masuk – masuk ke dalem rumah, dan apa aja barang di rumah sembarangan dia pipisin..hehe.

 

Awalnya kita mau balik lagi buat bawa si kucing kontrol itu hari Sabtu (tanggal 19 Februari 2022), tapi karena berhubung hasil tes lab-nya belum ditandatanganin sama pimpinan di Puskeswan itu, jadi kita baru bisa balik hari Selasa (22 Februari 2022).

 

Sedikit saran dari gue, kalo semisalkan ngalamain case kayak gue, lebih baik kirim direct message dulu ke Instagram Puskeswan biar bisa dibantu cek sama admin Instagramnya Puskeswan apakah hasil lab udah bisa diambil atau belum. Soalnya kalo belum ditandatanganin sama pimpinannya, hasilnya belum bisa diambil. Ngga mau dong, udah jauh – jauh dari rumah dan udah izin kerja tapi hasil lab-nya belum bisa diambil karena satu dan lain hal.

 

Oia, satu tips lagi dari gue, saat mau bawa kucing ke Puskeswan kalo bisa terakhir dikasih makan pas malem aja (sekitar jam 7 malem). Jadi pas paginya, sebelum berangkat ke dokter jangan di kasih makan dulu. Hal ini buat menghindari kucing pup pas kita lagi bawa ke dokter hewan.

 

Kesan pertama gue setelah dari Puskeswan Ragunan adalah pelayanannya bagus dan harganya terjangkau. Gue pernah denger, tetangga gue bawa kucing yang kena scabies ke dokter hewan yang ada di pet shop itu kena biaya sekitar 1,2 juta rupiah buat sekali dateng. Mungkin karena Puskeswan ini punya pemerintah yah, dengan penyakit yang sama si kucing yang kita bawa itu kena biaya ngga sampe 200 ribu rupiah (udah termasuk biaya konsul, biaya tes darah, dan biaya tes jaringan kulit) tapi emang belom termasuk biaya obat. Sekian dulu cerita part satu (1) dari gue, dan Insya Allah akan gue lanjutin di part dua (2).

 

Instagram

Tagged : / / / /

Solusi Juara Saat File Transfer dari Laptop ke HP Via Whatsapp Tidak Terlihat di Galeri HP

Kesel karena file dari laptop yang dipindahin ke HP via Whatsapp ngga kelihatan di galeri foto? Yuk ini solusinya..

 

Tulisan Solusi Juara Saat File Transfer dari Laptop ke HP Via Whatsapp Tidak Terlihat di Galeri HP ini, gue buat karena gue baru aja dapet solusi dari suatu masalah. Awalnya gue males harus pakai kabel USB (Universal Serial Bus) saat mau mindahin file foto dari laptop ke HP Infinix Note 7, jadi gue coba pakai aplikasi Whatsapp buat mindahin file itu. Tapi kemudian gue ketemu masalah yaitu file foto yang udah gue pindahin ke HP Infinix Note 7 itu ngga ketemu di galeri HP gue.

 

Singkatnya, gue otak – atik HP Infinix Note 7 gue. Alhamdulillah, akhirnya gue ketemu solusinya yaitu kuncinya ada di fitur file manager yang ada di HP. Tapi sebelum masuk ke bagian inti yaitu otak – atik fitur file manager, gue mau sharing dulu cara – cara dari awal manfaatin Whatsapp sebagai alat pengganti kabel USB. Buat yang udah tahu, silahkan langsung baca aja tutorial saat otak – atik fitur file manager. Buat yang belum tahu, langsung aja yuk ini caranya:

Continue reading “Solusi Juara Saat File Transfer dari Laptop ke HP Via Whatsapp Tidak Terlihat di Galeri HP”

Tagged : /

Rahasia Aktifkan Notifikasi Komentar yang Dibalas Bloggers Khusus WordPress!

Mau tahu rahasia praktis cepet tahu ketika komentar kita dibales bloggers favorit? Yuk kesini..

 

Sebagai orang yang suka blogging sekaligus baca – baca (blog walking) blog orang lain, pastinya gue suka meninggalkan komentar di blog orang lain. Entah hal tersebut dengan alasan murni karena gue berharap dapet jawaban dari si penulis posting-an tersebut atau karena gue berharap orang lain balik dateng ke blog gue. Alasan selengkapnya kenapa gue seneng orang lain berkunjung ke blog gue, bisa dibaca disini Menulis sebagai Candu Abadi.

 

Khusus untuk alesan bahwa gue meninggalkan komentar karena berharap komentar gue dapet jawaban dari si narablog tersebut, yaitu gue punya pengalaman dimana terkadang gue harus beberapa kali dateng lagi ke artikel tersebut buat mengecek apakah komentar gue udah dibales apa belom. Bahkan setelah beberapa kali balik lagi ke artikel tersebut, hasilnya masih nihil alias komentar gue belom dibales karena bisa aja si empunya blog lagi sibuk jadi belom bisa bales.

 

Continue reading “Rahasia Aktifkan Notifikasi Komentar yang Dibalas Bloggers Khusus WordPress!”

Tagged : / / /

Rahasia Aktifkan Notifikasi Komentar Visitor di Email Khusus WordPress!

Mau tahu rahasia gampang biar cepat tahu saat ada pengunjung blog menuliskan komentar? Yuk, kesini..

 

Di posting-an RAHASIA AKTIFKAN NOTIFIKASI KOMENTAR VISITOR DI EMAIL KHUSUS WORDPRESS!, gue mau berbagi dua (2) masalah sekaligus yang solusinya bisa dibuat jadi satu. Masalah pertama yaitu cara supaya saat ada pengunjung blog yang meninggalkan komentar di blog kita, secara otomatis kita bisa mendapatkan notifikasi tersebut di email pribadi kita (kebetulan gue pakai Gmail) sehingga kita bisa dengan cepat menjawab komentar dari pengunjung tersebut.

 

Rahasia Aktifkan Notifikasi Komentar yang Dibalas Blogger Khusus WordPress!

 

Setelah masalah yang pertama selesai, beberapa saat kemudian gue mendapat masalah yang kedua. Masalah yang kedua yaitu email notifikasi yang biasanya gue dapet saat ada pengunjung blog yang meninggalkan komentar, entah kenapa tiba – tiba menghilang. Setelah gue oprek – oprek blog, Alhamdulillah gue dapet solusinya.

 

Continue reading “Rahasia Aktifkan Notifikasi Komentar Visitor di Email Khusus WordPress!”

Tagged : / / / /

Memilih Menulis sebagai Candu Abadi

Mau tahu alasan gue kecanduan menulis? Yuk kesini..

 

Buat gue pribadi, saat gue ketemu orang baru yang punya hobi tertentu, pertanyaan tentang alasan kenapa dia bisa suka sama hobinya itu pasti deh biasanya gue utarain. Alasan gue kenapa bertanya kayak gitu adalah karena tiap orang biasanya punya alasan personal yang unik, biasanya dari pertanyaan kayak gitu bakal bisa digali percakapan lain yang lebih dalem, dan dari situ biasanya mulai kegambar karakter orang yang lagi di depan kita itu kayak gimana. Biar ngga salah ngadepin juga sih..hehe.

 

Continue reading “Memilih Menulis sebagai Candu Abadi”

Tagged : / / /

Nostalgia Menuju Momen – Momen Favorit

Mau tahu foto apa yang bercerita tentang salah satu sisi kehidupan gue? Yuk kesini..

 

Setiap orang dalam hidupnya pasti punya hobi, dimana hobi itu bisa jadi aktifitas yang menyenangkan buat menghabiskan waktu. Salah satu hobi yang dalam lima tahun belakangan ini bisa dibilang sering gue lakuin adalah hiking, blogging, dan motret – motret. Singkatnya gue suka hiking karena menurut gue hobi ini menantang buat dicoba, suka blogging karena gue bisa berbagi hal – hal yang menurut gue bermanfaat, dan suka motret – motret karena bagi gue foto secara ngga langsung bisa menjadi sarana time traveller sesaat dan foto juga bisa memancing beragam fantasi atau interprestasi dari orang yang melihatnya.

 

Continue reading “Nostalgia Menuju Momen – Momen Favorit”

Tagged : / /

Manusia – Manusia yang Mencerahkan

Ada yang lagi mencari Sang Pencerah? Yuk kesini..

 

Kali ini gue mau sharing opini pribadi gue tentang figur yang menurut gue inspiratif. Definisi figur yang inspiratif disini adalah manusia -selain nabi- yang bisa memperluas cara pandang gue. Bisa cara pandang gue atas hal – hal yang ada di lingkungan gue ataupun hal – hal yang menyangkut diri gue sendiri. Sebetulnya ada banyak figur yang masuk kategori kayak gini, tapi disini gue cuma mau bahas tiga tokoh aja yaitu Pak Quraish Shihab, Pak Reza Wattimena, dan Pak Arif Rahutomo.

 

Continue reading “Manusia – Manusia yang Mencerahkan”

Tagged : / / / / /

Zodiak dan Hasrat Terselubung Manusia

Mau tahu apa hasrat tersembunyi manusia dibalik zodiak?Yuk kesini..

 

Setiap orang pasti akrab dengan ramalan zodiak dan pastinya sudah tahu apa zodiaknya. Secara singkat, zodiak itu sendiri sebenarnya adalah peta siklus atau posisi matahari selama dua belas bulan. Zodiak ini kemudian berkembang fungsinya dan digunakan untuk membaca kepribadian atau meramal nasib seseorang. Saat ini, diakui ada dua belas zodiak yang digunakan sebagai acuan untuk membaca kepribadian seseorang. Setiap orang dianggap memiliki satu zodiaknya masing – masing, berdasarkan tanggal lahirnya tersebut.

 

Continue reading “Zodiak dan Hasrat Terselubung Manusia”

Tagged : / / / / / /
error: Content is protected !!
Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram